Padamkan Api Selagi Masih Kecil

IndonesiaPagi.com – Padamkan Api Selagi Masih Kecil | Negara Kesatuan Republik Indonesia ini hanya bisa bertahan jika empat pilarnya kokoh ditopang, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Tidak ada satupun pihak yang boleh merapuhkan dan melemahkan pilar-pilar itu agar Indonesia tetap berdiri tegak. Pada usia yang sebenarnya tak lagi bisa dibilang muda, 72 tahun. Tidak sedikit anak-anak bangsa yang dengan kesadaran tinggi mengikatkan diri pada konsesus kebangsaan.

Masih banyak saja golongan-golongan yang mengingkari dan terus berusaha memaksakan paham menyimpang dari Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI dengan dalih-dalih apapun termasuk agama.

Mereka tak henti-hentinya mempromosikan dan berusaha menegakkan ideologi lain bahkan dengan cara-cara yang tidak beretika. Pancasila yang kita sepakati sejak berdirinya Republik ini sebagai dasar negara tidak bisa diganggu gugat lagi. Dengan UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pengikat keberagaman kita yang ditakdirkan hidup dalam keberagaman kekayaan budaya dan kepercayaan.

Era reformasi yang mengutamakan kebebasan kemudian dijadikan lahan subur bagi golongan dan kelompok-kelompok itu untuk eksistensi dan mulai berani menunjukkan dirinya. Sangat ironis, ketika sudah cukup lama mereka terang-terangan bergerak bahkan dengan kemakarannya, akan tetapi negara berdiam diri.

Organisasi-organisasi kemasyarakatan (ormas) berpaham anti-Pancasila pun kian punya nyali untuk beraksi. Tak jarang negara mengancam akan membubarkan ormas dengan paham menyimpang, tetapi ancaman itu cuma gertak sambal tanpa tindakan rujukan.

Negara teramat sering untuk menegaskan akan memberangus dan memberantas kelompok-kelompok penghobi kekerasan dan intoleransi, tetapi sekali lagi penegasan itu hanya sebuah retorika dan tidak pernah terealisasikan.

Maka tidak mengherankan jika ormas-ormas seperti itu semakin berani unjuk gigi dan kian tumbuh subur bagaikan jamur dimusim penghujan, apalagi banyak oknum-oknum pejabat dengan kepentingan-kepentingan tertentu terang-terangan ikut terlibat, mendanai, memotori setiap kegiatan-kegiatan yang diadakan.

Demi masa depan bangsa ini, kita meminta negara betul-betul tegas bersikap. Demi keberlangsungan hidup bangsa ini, kita mendesak negara tidak lagi memberikan ruang sedikitpun bagi ormas-ormas sesat untuk mempromosikan kesesatan mereka.

Keramahtamahan, keterbukaan bangsa ini telah dimanfaatkan oleh golongan dan kelompok-kelompok garis keras untuk memulai perjuangan mereka.
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terang-terangan hendak menegakkan khilafah dengan kegiatan-kegiatan mereka disegala daerah yang oleh Polri tidak diberikan ijin.
Kita mendukung rencana Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang akan membubarkan HTI secara permanen. Begitu juga dengan statement Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang akan menindak ormas yang berpaham selain Pancasila.

Harus kita katakan bahwa HTI sangat kental dengan aroma paham menyimpang, paham yang jauh berseberangan dengan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
HTI memang kerap bersuara tidak anti-Pancasila, tidak anti-NKRI, tetapi paham dan tujuan mereka amat bertolak belakang dengan Pancasila dan NKRI. HTI secara fisik memang antikekerasan, tetapi misi mereka amat sangat berpotensi menciptakan dis-harmoni. Kita ingat ketika PKI masuk ke Indonesia, memasuki tubuh-tubuh organisasi pemerintah, pegawai negeri, guru-guru hingga rakyat-rakyat biasa.

HTI terang-terangan hendak menegakkan khilafah? Bukankah khilafah bertanggung-jawab menerapkan hukum agama, sedangkan negara ini bukanlah negara agama? Jelas bahwa paham, ideologi, dan tujuan HTI tak mungkin menyatu dengan paham, ideologi, dan tujuan kita sebagai bangsa. Konstitusi kita memang menjamin penuh hak tiap orang untuk bebas berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

Namun, kebebasan itu bukan tidak ada batasannya, bukan tanpa rambu-rambu dan aturan. Undang-Undang No 17 Tahun 2013 tentang Ormas pun menggariskan bahwa ormas dilarang menganut, mengembangkan, serta menyebarkan ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila. Jika ada yang melanggar, negara sah dan berhak untuk mencabut hak hidup mereka di bumi Indonesia.

Padamkan api selagi masih kecil. Bubarkan segera ormas anti-Pancasila sebelum mereka membesar dan membakar pilar-pilar bangsa. Setelah sekian lama lemah bersikap dan lunglai bertindak, kini saatnya negara unjuk ketegasan menghadapi ormas-ormas berpaham menyimpang.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

Leave a comment